Laman

WELCOME TO SCIENCE BLOG

Bergabunglah bersama kami, berkreasi, berinovasi dan mengabdi untuk anak negeri.

WELCOME TO MGMP KIMIA KABUPATEN PATI

Guru yang baik akan mendidik dan mengajar siswanya sebaik-baiknya...

WELCOME TO MGMP KIMIA KABUPATEN PATI

Semangat yang tinggi akan slalu menghantarkan diri pada kesuksesan dan keberhasilan

WELCOME TO MGMP KIMIA KABUPATEN PATI

Dari guru yang berprestasi akan lahir siswa yang berprestasi pula

WELCOME TO MGMP KIMIA KABUPATEN PATI

Dari guru yang berprestasi akan lahir siswa yang berprestasi pula

Minggu, 22 Januari 2012

RPP Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit)

SEKOLAH

:

SMA
MAPEL
:
Kimia
KELAS /SMT
:
X / 2
WAKTU
:
6 x 45 menit (3 x pertemuan)

A. Standar Kompetensi :
3. Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi
.
B. Kompetensi Dasar
3.1 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi
  1. Pertemuan 1
> Mengidentifikasi sifat-sifat larutan non elektrolit dan elektrolit melalui percobaan
  1. Pertemuan 2
> Mengelompokkan larutan ke dalam larutan non elektrolit dan elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya
> Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik
> Mendeskripsikan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar
     3. Pertemuan 3
> Menentukan harga α (derajat Ionisasi) pada larutan elektrolit
> Menjelaskan Aplikasi larutan elektrolit dan non elektrolit dalam kehidupan sehari -hari

D. Tujuan Pembelajaran :
  1. Pertemuan 1
Setelah selesai kegiatan pembelajaran siswa dapat:
> Mengidentifikasi sifat-sifat larutan non elektrolit dan elektrolit melalui percobaan
  1. Pertemuan 2
Setelah selesai kegiatan pembelajaran siswa dapat:
> Mengelompokkan larutan ke dalam larutan non elektrolit dan elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya
> Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik
> Mendeskripsikan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar
  1. Pertemuan 3
Setelah selesai kegiatan pembelajaran siswa dapat:
> Menentukan harga α (derajat Ionisasi) pada larutan elektrolit
> Menjelaskan Aplikasi larutan elektrolit dan non elektrolit dalam kehidupan sehari -hari

E. Materi Ajar :
1. Larutan Elektrolit dan non elektrolit (Terlampir)

F. Metode dan model Pembelajaran :
1. Metode : Percobaan, Ceramah bervariasi (diskusi, tanya jawab)
2. Model Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

F. Langkah-langkah pembelajaran :
1. Pertemuan 1
Materi : - Larutan

Sabtu, 21 Januari 2012

SOAL - SOAL ESSAY STOICHIOMETRY

1. Diketahui dalam sistein mengandung Sulfur dengan kadar 26,45% 
   dan dlm 242 gram  Sistein  terdapat 1,204 x 1022 molekul. 
   Tentukanlahjumlah atom Sulfur dalam setiap satu   
   molekul Sistein ?
2. Dalam suatu wadah terjadi reaksi antara 19 gram timah(II)klorida,  
   2,24 liter gas I2 (STP) dan 200 ml larutan HCl 2 M.
  •     SnCl2  +  I2  +  HCl  ----> SnCl4  + HI
Tentukanlah :   
  • Pereaksi pembatas 
  • Massa Timah (IV) klorida yang terbentuk ?
  • Massa zat yang bersisa ?
3.  Sebanyak 10,26 gram paduan logam, mengandung 45 % besi dan sisanya Cobalt . Direaksikan dengan larutan HCl berlebih. Hitunglah volume gas Hidrogen yang dihasilkan ?     
          
◆  Fe + HCl ---->FeCl2+ H2(g)
◆  Co+ HCl ---->CoCl2+ H2(g)
4. Calcium carbonate CaCO3 is insoluble compound in water, but esay  dissolved in hydrochloric acid solution and yield carbon dioxide  gas according  reaction below
  • CaCO3(s) + 2 HCl(aq) ----> CaCl2 (aq)+ H2O(l) +CO2 (g)
If  25  grams of CaCO3  is diluted in 200 ml HCl solution 2 M. Determine :
a. The limited reagent ?
b. The volume of CO2  ( 4 atm, 25˚C) ?
c. The mass of CaCl2 ?
5. Logam Aluminium yang tidak murni seberat 12.85 gram dibakar dengan Oksigen hingga membentuk Oksida aluminium. Hasil oksida tersebut setelah ditimbang beratnya ternyata juga 12.85 gram. Berapakah persen (%) kemurnian dari logam Aluminium tersebut ?        
  • Al  +  O2  ----->   Al2O3
6. Perhatikan reaksi berikut  : 
          3Cu  + 8 HNO3  -----> 3Cu(NO3)2  + 2NO  + 4 H2O
Jika reaksi tersebut menghasilkan 1,78 liter gas NO pada kondisi suhu 17˚C dan tekanan
4 atmosfir.
a .Berapa gram tembaga yang bereaksi ?
b. Berapa liter gas NO yang terbentuk (diukur pada keadaan dimana 1,25 gram gas C2H6 mempunyai volume 1 liter ) ?
7. Sebanyak  9,03 x1023 atom Besi bereaksi dengan larutan asam sulfat dengan reaksi
  • Fe  + H2SO4  ---->  Fe2(SO4)3  +  H2 
Berapakah volume gas Hidrogen yang terbentuk pada kondisi 1 gram gas Oksigen volumenya  0,625 liter  ?
8. Sebanyak 49,65 gr  Pb(NO3)2 bereaksi dg 33,2 gr KI. Dengan reaksi sbb :
  •  Pb(NO3)2   +  KI  ---> PbI2   +  KNO3
  Tentukan :    a.massa PbI2 yg terbentuk  ?
  b.massa zat sisa.?
9. Elektrolit yang terdapat dalam accu penyimpan, timbul dari larutan H2SO4 . Apabila 125 ml larutan H2SO4 ini tepat bereaksi dengan larutan NaOH yang mengandung 2 gram NaOH.     
  •  H2SO4  +  NaOH  ---->  Na2SO4  +  H2O
Berapakah Molaritas larutan H2SO4 yang telah bereaksi ?
10. Dikloro difluoro metana ( CCl2F2) yang banyak di manfaatkan sebagai zat   pendingin, dapat di buat melalui reaksi berikut :
I.  CH4  +  Cl2  ----> CCl4  +   HCl
II.  CCl4   +  HF ---->  CCl2F2  +  HCl
    Berapa gram Cl2 yg di butuhkan utk membuat 42,35 gram CCl2F2?

Rabu, 18 Januari 2012

ZAT ADITIF PADA MAKANAN

Pada dasarnya baik masyarakat desa maupun kota, pasti telah menggunakan zat aditif makanan dalam kehidupannya sehari-hari. Secara ilmiah, zat aditif makanan di definisikan sebagai bahan yang ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu. Disini zat aditif makanan sudah termasuk : pewarna, penyedap, pengawet, pemantap, antioksidan, pengemulsi, pengumpal, pemucat, pengental, dan anti gumpal.
Istilah zat aditif sendiri mulai familiar di tengah masyarakat Indonesia setelah merebak kasus penggunaan formalin pada beberapa produk olahan pangan, tahu, ikan dan daging yang terjadi pada beberapa bulan belakangan. Formalin sendiri digunakan sebagai zat pengawet agar produk olahan tersebut tidak lekas busuk/terjauh dari mikroorganisme. Penyalahgunaan formalin ini membuka kacamata masyarakat untuk bersifat proaktif dalam memilah-milah mana zat aditif yang dapat dikonsumsi dan mana yang berbahaya.
Secara umum, zat aditif makanan dapat dibagi menjadi dua yaitu : (a) aditif sengaja, yaitu aditif yang diberikan dengan sengaja dengan maksud dan tujuan tertentu, seperti untuk meningkatkan nilai gizi, cita rasa, mengendalikan keasaman dan kebasaan, memantapkan bentuk dan rupa, dan lain sebagainya. Dan kedua, (b) aditif tidak sengaja, yaitu aditif yang terdapat dalam makanan dalam jumlah sangat kecil sebagai akibat dari proses pengolahan.
Bila dilihat dari sumbernya, zat aditif dapat berasal dari sumber alamiah seperti lesitin, asam sitrat, dan lain-lain, dapat juga disintesis dari bahan kimia yang mempunyai sifat serupa dengan bahan alamiah yang sejenis, baik susunan kimia, maupun sifat metabolismenya seperti karoten, asam askorbat, dan lain-lain. Pada umumnya bahan sintetis mempunyai kelebihan, yaitu lebih pekat, lebih stabil, dan lebih murah. Walaupun demikian ada kelemahannya yaitu sering terjadi ketidaksempurnaan proses sehingga mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan, dan kadang-kadang bersifat karsinogen yang dapat merangsang terjadinya kanker pada hewan dan manusia.

Sabtu, 14 Januari 2012

ALAT - ALAT PRAKTIKUM

1. Labu Takar
Digunakan untuk menakar volume zat kimia dalam bentuk cair pada proses preparasi larutan. Alat ini tersedia berbagai macam ukuran
2. Gelas Ukur
Digunakan untuk mengukur volume zat kimia dalam bentuk cair. Alat ini mempunyai skala, tersedia bermacam-macam ukuran. Tidak boleh digunakan untuk mengukur larutan/pelarut dalam kondisi panas. Perhatikan meniscus pada saat pembacaan skala.
3. Gelas Beker
Alat ini bukan alat pengukur (walaupun terdapat skala, namun ralatnya cukup besar). Digunakan untuk tempat larutan dan dapat juga untuk memanaskan larutan kimia. Untuk menguapkan solven/pelarut atau untuk memekatkan.
4. Pengaduk Gelas
Digunakan untuk mengaduk suatu campuran atau larutan kimia pada waktu melakukan reaksi kimia. Digunakan juga untuk menolong pada waktu menuangkan/mendekantir cairan dalam proses penyaringan.
5. Botol Pencuci
Bahan terbuat dari plastic. Merupakan botol tempat akuades, yang digunakan untuk mencuci, atau membantu pada saat pengenceran.
6. Corong
Biasanya terbuat dari gelas namun ada juga yang terbuat dari plastic. Digunakan untuk menolong pada saat memasukkan cairan ke dalam suatu wadah dengan mulut sempit, seperti : botol, labu ukur, buret dan sebagainya.
7. Erlenmeyer
Alat ini bukan alat pengukur, walaupun terdapat skala pada alat gelas tersebut (ralat cukup besar). Digunakan untuk tempat zat yang akan dititrasi. Kadang-kadang boleh juga digunakan untuk memanaskan larutan.
8. dan 10. Tabung Reaksi
Terbuat dari gelas. Dapat dipanaskan. Digunakan untuk mereaksikan zat zat kimia dalam jumlah sedikit.
9. Kuvet
Bentuk serupa dengan tabung reaksi, namun ukurannya lebih kecil. Digunakan sebagai tempat sample untuk analisis dengan spektrofotometer. Kuvet tidak boleh dipanaskan. Bahan dapat dari silika (quartz), polistirena atau polimetakrilat.